Main My profile Registration Log out Login
KickNRush
Sunday
22.4.2018
9:14 PM
| RSS Main
Section categories
Computer Corner [51]
Provides information about computer problems.
Shout Box

ShoutMix chat widget
Calendar
«  January 2009  »
SuMoTuWeThFrSa
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Entries archive
Main » 2009 » January » 27 » Kenali Sembilan Tipe Batere pada Gadget Anda
Kenali Sembilan Tipe Batere pada Gadget Anda
8:44 PM

Hambatan terbesar pada teknologi gadget adalah batere. Ya, selama 50
tahun terakhir teknologi batere belum berubah banyak. Bayangkan
kenikmatan dan juga penghematan andaikata batere yang mendayai iPhone
3G, notebook dan PDAphone kita mampu bekerja lebih dari satu hari
setelah diisi penuh satu kali saja.

Pada dasarnya semua batere
bekerja dalam cara yang sama. Zat kimia yang ada di dalam batere
menghasilkan elektron-elektron, yang berkumpul pada ujung negatif
batere, dan mengubah energi kimia menjadi energi listrik.

Ketika
kita memasang batere di dalam gadget, electron-elektron mengalir ke
seluruh gadget dan kembali ke ujung positip batere, membuat sebuah
siklus dan menyebabkan proses kimiawi yang menghasilkan energi, yang
membuat gadget Anda bekerja.

Lalu mengapa ada berbagai jenis
batere? Campuran kimia di dalam batere-lah yang menyebabkan perbedaan
tersebut. Berdasarkan campuran itu pula, batere diklasifikasikan.

Nah, kenalilah tipe batere gadget Anda dan juga cara merawatnya agar dayanya awet.

1. Alkaline adalah
jenis batere yang paling umum ditemukan. Batere yang harganya murah dan
dayanya habis dalam sekali pakai ini bisa mendayai Game Boy Anda selama
20 menit (atau 2,5 menit pada Sega Nomad).

Kerapatan energi,
jumlah daya yang dikandung batere Alkaline tidak buruk, tetapi pada
gadget yang haus energi seperti MP3 player atau kamera digital, daya
batere ini cepat terkuras habis. Namun untuk gadget yang tidak tinggi
tuntutan dayanya, batere Alkaline bisa bertahan lama, bahkan bisa
bertahun-tahun. Sayangnya batere ini tidak bisa diisi ulang.

2. Silver oxide atau batere silver-zinc
menyediakan cukup banyak daya dan tahan lama. Batere tipe ini dipakai
dalam jam tangan dan juga mainan anak-anak, maupun di torpedo dan kapal
selam, atau perangkat lain yang mementingkan kinerja, bukan harga.
Kelemahannya, perak yang digunakannya mahal jika ukuran batere lebih
besar daripada kancing yang dipakai pada gadget. Selain itu, di akhir
masa pakainya batere ini seringkali bocor dan lelehan merkuri-nya
berbahaya.

3. Batere Lead-acid terdiri dari
dua tipe besar: batere pemicu seperti yang ada di mobil Anda dan
dirancang untuk lonjakan daya singkat; dan batere bersiklus panjang
yang memberikan daya yang lebih rendah, lebih ajek dan digunakan di
kapal, mobil golf, dan sebagai daya cadangan di berbagai gadget.

4. Batere Alkaline Isi Ulang (rechargeable):
Mirip batere Alkaline biasa, tetapi dibuat agar bisa diisi ulang –
artinya membuat elektron-elektron dipompa masuk kembali ke dalam
batere. Tidak sepeti batere Nickel metal hydride, batere ini tidak
habis dayanya bila tidak dipakai, tetapi kapasitasnya berkurang setiap
kali diisi ulang dan tidak setinggi batere Alkaline biasa.

5. Nickel Cadmium, alias NiCad,
merupakan batere isi ulang pertama dan yang paling murah sehingga
banyak dipakai di mainan anak-anak dan berbagai gadget. Pengisian ulang
dayanya relatif cepat, tetapi memiliki efek memori. Jika dayanya belum
habis saat Anda melakukan isi ulang akan terbentuk kristal-kristal
besar yang membatasi daya yang disediakan di kali berikutnya. Selain
itu kendati tidak dipakai, batere akan kehabisan seluruh dayanya
setelah sekitar 90 hari.

6. Nickel metal hydride, alias NiMH,
menggantikan kadmium dalam NiCad dengan campuran yang membuatnya mampu
menahan lebih banyak energi (40%) pada ruang yang sama dibandingkan
NiCad. Masih ada efek memori di sini, tetapi tidak separah pada NiCad.
Kecuali pada batere tipe yang lebih baru, seperti Sanyo eneloop, daya
yang ada perlahan-lahan akan habis walaupun batere tidak dipakai.

7. Lithium ion alias Li-ion menjadi
batere standar pada gadget masa kini. Dibandingkan batere dengan bahan
nikel, Li-Ion lebih efisien energi dan tidak memiliki efek memori,
tetapi juga lebih mahal harganya. Namun batere tipe ini tidak boleh
dibuang sembarangan karena bisa meledak (walaupun hanya terjadi
beberapa kali per satu juta batere). Dibandingkan NiMH, siklus isi
ulang batere Li-ion lebih pendek setengahnya ( 1000 vs. 500 kali).

Ada
kelemahan lain. Jika daya batere benar-benar habis dan voltase-nya
turun di bawah ambang tertentu, kapasitas energi batere Li-ion akan
menciut secara permanen. Karena itulah batere dirancang untuk mati jika
dipasang setelah waktu tertentu. Biasanya, jika Anda punya gadget
dengan batere bertipe isi ulang, tipe Li-Ion-lah yang dipakai. Jika
tidak, mungkin baterenya berjenis Li-Poly.

8. Lithium ion poly atau lithium poly atau li-poly (Li-Po),
berasal dari lithium ion tetapi menggunakan elektrolit berbasis polimer
gel. Karena itu namanya menjadi lithium ion poly. Batere tipe ini lebih
bandel (tidak mudah meledak) dibandingkan Li-ion standar, lebih ringan
dan bisa dibentuk sesuka hati. Anda akan semakin sering menjumpainya
sebagai pengganti lithium-ion di laptop dan gadget lain. Kelemahannya,
batere ini lebih cepat habis dibandingkan Li-ion biasa.

9. Lithium iron phosphate (Li-Fe)
merupakan perkembangan dari lithium ion yang menggantikan campuran
oksida kobalt dalam li-ion. Tipe ini lebih kecil kemungkinannya meledak
dan dapat melepaskan kapasitas dan terisi ulang sangat cepat. Namun
sampai saat ini lithium iron phosphate masih mahal dan rumit
pembuatannya. Mau tahu di mana batere ini ada? Antara lain di laptop
OLPC XO dan mobil hibrida.
Category: Computer Corner | Views: 691 | Added by: kicknrush | Rating: 0.0/0 |
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Site menu
Our poll
What Do You Think About My Website?
Total of answers: 20
Statistics

Copyright MyCorp © 2018